ASOSIASI INDUSTRI SEPEDA MOTOR INDONESIA

09/05/2019 04:36 Categori: News

FAMI 21st Road Safety Seminar

Bali – “Meningkatkan Kualitas Keselamatan dan Menurunkan Tingkat Fatalitas pada Kecelakaan Sepeda Motor” menjadi tema dalam Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Federation of Asian Motorcycle Industries (FAMI) bekerjasama dengan Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI). Seminar yang diselenggarakan pada 2 September 2019 ini masih merupakan salah satu kegiatan sentral dalam rangkaian FAMI Meeting 2019 di The Stones Hotel – Legian, Bali.

Seminar yang dibuka oleh Hari Budianto selaku Sekretaris Jenderal AISI menghadirkan 3 pembicara yang sangat kompeten di bidangnya yaitu Mr. Takeshi Ibaraki dari International Motorcycle Manufacturers Association (IMMA), Dr. Ni Made Swasti Wulanyani, S.Psi, M.Erg. akademisi dan peneliti dari Universitas Udayana dan AKBP. Drs. I Nyoman Sukasena, kepala sub direktorat keamanan dan keselamatan Kepolisian Daerah Bali ini dihadiri oleh delegasi dari seluruh negara anggota FAMI, diantaranya adalah Indonesian Motorcycles Industry Association (AISI), Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA), Motorcycle and Scooters Assemblers of Malaysia (MASAAM), Motorcycle Development Program Partcipants Association Inc. (MDPPA), Thai Automotive Industry Association (TAIA) serta Vietnam Association of Motorcycle Manufacturers (VAMM).

Dalam paparannya, Takeshi Ibaraki yang juga merupakan road safety working group chairman di IMMA memberikan masukan untuk negara-negara Asean agar lebih jeli dalam melakukan investigasi kecelakaan sehingga dapat menemukan akar penyebabnya, hal lain adalah lebih meningkatkan training-training termasuk program pencegahan kecelakaan dan berharap agar seluruh komponen seperti pemerintah, baik lokal maupun nasional, sekolah, industry dan yang lainnya untuk lebih terintegrasi dan bahu membahu dalam penanganan road safety. Selanjutnya dari pihak Kepolisian yang diwakili oleh I Nyoman Sukasena mengurai mengenai apa saja yang sudah dilakukan oleh pihak pemerintah khususnya kepolisian dalam menekan angka pelanggaran dan melakukan antisipasi dengan menggunakan teknologi-teknologi terbaru.

Hal yang cukup menarik disampaikan oleh Ni Made Swasti Wulanyani yang juga merupakan coordinator program studi Psikologi adalah bahwa penyebab utama kecelakaan lalu lintas adalah the human element atau elemen manusia, dimana faktor perilaku pengendara dan kondisi psikologisnya merupakan faktor yang paling signifikan dalam kasus keselamatan lalu lintas. Sehingga adalah sangat penting ketika misalnya pemberian lisensi atau ijin mengemudi harus melalui tahapan test psikologi. Pemaparan doktor alumni Universitas Gadjah Mada ini semakin menarik dengan menampilkan banyak contoh bentuk pelanggaran yang berkaitan dengan faktor perilaku dalam bentuk video yang merupakan realitas di Indonesia pada khususnya, termasuk contoh unik penanganan pelanggaran lalu lintas di salah satu wilayah di Jawa Barat yang dianggap lebih menggunakan pendekatan psikologis dibandingkan pendekatan hukum secara langsung, yang dirasa justru cukup mengenai sasaran.

Beberapa hal yang mengemuka dalam diskusi diantaranya adalah pertanyaan mengenai “Lebih penting mana, apakah faktor manusia atau faktor teknologi” dalam rangka keselamatan berkendara, dimana dapat dipastikan bahwa faktor manusia merupakan faktor yang paling utama dalam segalanya, termasuk dalam keselamatan berkendara, selain misalnya sehebat apapun teknologi tapi kalau tidak didukung oleh manusia yang sadar keselamatan, teknologi tidaklah akan signifikan memberi manfaat, begitu pula sebaliknya. Disamping tentunya dari berbagai data menunjukan faktor manusialah yang menjadi penyebab dominan adanya kecelakaan. Faktor kedisiplinan juga mengemuka dalam sesi tanya jawab, bagaimanakan cara untuk meningkatkan kedisiplinan (khususnya dalam berlalu lintas). Hampir semua pembicara sepakat bahwa pendidikan, training maupun pelatihan merupakan faktor yang sangat utama termasuk harus dilakukan sedini mungkin. Selain tentunya penegakan hukum yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini pihak kepolisian.

“Diharapkan dengan seminar ini, semakin menambah insight kita bahwa the human element merupakan titik berat dalam upaya menekan angka kecelakaan dan tentunya tingkat fatalitas khususnya di negara-negara berkembang.” Sebagaimana diungkapkan Johanes Lucky MU selaku koordinator panitia seminar yang didampingi Victor Assani selaku Ketua Bidang Road Safety dan Motor Sport di AISI.

Diungkapkan juga bahwa berangkat dari berbagai hal seperti tersebut dalam seminar, maka upaya-upaya yang harus semakin ditingkatkan adalah bagaimanya mengedukasi, menyadarkan maupun memberikan pelatihan kepada masyarakat sedini mungkin, sebanyak mungkin dan sesering mungkin dengan metode-metode seperti training atau pelatihan, edukasi, campaign-campaign baik di media konvensional maupun media-media modern. Ini merupakan tanggung jawab stakeholder termasuk didalamnya Industri.

“Karena sebenarnya kecelakaan itu bisa dicegah, diantisipasi dan di minimalisasi. Tinggal bagaimana kita bisa lebih meningkatkan upaya tersebut termasuk fokus terhadap skala prioritas.” Ungkap Victor menambahkan. (VA)